Oleh: Firman Yusi | 8 Februari 2011

Laporan Perjalanan Ekspedisi Mambanin

DSC_0035

Nama Obyek Wisata   :  Rimam Mambanin

Lokasi                         :  Desa Marindi, Kec. Haruai

Jenis Obyek Wisata    :  Alam/Petualangan

Tim Ekspedisi             : 

Firman Yusi (positif.kalimantan), Herlina Lasmiati (LKBN Antara), Jainor S. (SKM TUNTAS), Aminuddin (SKM Suara Pembangunan), Noor Ali (SKH Mata Banua), Mardhi Yansurie (SKM Bebas News), Nurdiansyah Nunci (SKM LENTERA), Hifni (SKH Kalimantan Post), Johan Arifin (SKM Warta Banua), Riza Fahmi (positif.kalimantan)

Kondisi Umum

Riam Mambanin adalah obyek wisata yang terdapat di Desa Marindi, Kec. Haruai, Kab. Tabalong, sekitar 45 km dari Kota Tanjung, Ibukota Kabupaten Tabalong.  Dari Tanjung, Desa Marindi dapat diakses dengan menggunakan mobil dengan waktu sekitar 45 menit.  Dari Desa Marindi, Riam Kinarum diakses melalui jalan tanah yang bisa dilalui kendaraan roda dua atau bagi dengan berjalan kaki.  Jika menggunakan kendaraan roda dua, kita akan tiba di lokasi sekitar 30 menit dari jalan utama desa, sementara jika berjalan kaki, perjalanan akan membutuhkan waktu sekitar 60 menit.

DSC_0009Jalan ke Riam Mambanin baru terbuka sekitar tahun 2007, dimana atas inisiatif masyarakat setelmpat bergotongroyong membangun jalan kecil menuju obyek wisata ini.  Tak hanya secara swadaya, Pemerintah Daerah pun membantu pembangunan akses ke obyek wisata alam ini, bahkan menurut H. Rijani, Kepala Desa Marindi, untuk tahun 2009 dan 2010 total dana yang dikucurkan pemerintah untuk membantu membangun jalan akses ini mencapai 400 juta rupiah.

DSC_0012Perjalanan ke Riam Mambanin cukup menjanjikan sesuatu yang berbeda, sepanjang jalan kita akan dijamu dengan udara segar yang dihembuskan dari kebun karet yang juga menjadi nafas ekonomi masyarakat Marindi.  Aktifitas menyadap dan mengangkut karet merupakan obyek yang cukup unik untuk diamati, khususnya untuk mereka yang belum pernah menjalaninya.  Selain kebun karet, perjalanan juga akan ditemani anak-anak sungai berair tenang lagi jernih, pohon-pohon bambu, ladang dan kebun buah-buahan khas Tabalong.

DSC_0028Obyek wisata Riam Mambanin sendiri adalah obyek yang daya tarik utamanya adalah pada air terjun dan batu-batu besar yang membentuk riam-riam kecil dialiri air pegunungan segar lagi jernih.  Obyek ini menawarkan kesejukan dan ketenangan suasana ditengah rimbunnya kebun karet dan pohon-pohon hutan serta rotan yang bergelantungan diantara pohon-pohon besar (foto perjalanan dan obyek wisata kami rangkum dalam galeri pada posting sebelumnya)

Rekomendasi Ekspedisi

No.

Kondisi Sekarang

Rekomendasi

1.

Jalan aksen menunju obyek wisata dalam kondisi baik dan bisa digunakan oleh kendaraan roda dua

  • Baik untuk dikembangkan/ dipromosikan sebagai wisata hiking (wisata olah raga berjalan kaki dengan perjalanan menanjak).
  • Metode Promosi dapat dilakukan dengan menyelenggarakan even tur untuk club-club motor (Ride to Mambanin), dapat menggandeng berbagai pemegang merk motor untuk bersama-sama mengarahkan club-club motor menyelenggarakan tur ke lokasi ini.

2.

Perjalanan menuju lokasi dari desa sepanjang sekitar 3 km menelusuri perkebunan karet, ladang dan sungai-sungai kecil berair jernih dan kebun buah warga setempat.

  • Selain dikembangkan sebagai wisata alam, obyek ini dapat dikembangkan menjadi obyek agrowisata.  Jenis agrowisata seperti agrowisata kebun karet dan ladang sudah mulai dilirik dan direspon positif oleh pasar wisata dibeberapa daerah lain.  Obyek ini menarik minat wisatawan asing dan domestik.

3.

Di pintu masuk jalan akses ke lokasi obyek wisata terdapat tempat penumpukan/ pengumpulan dan penjualan karet, limbah berupa air merembes hingga ke jalan akses, menimbulkan kerusakan pada jalan akses dan kondisi jalan sangat becek

  • Perlunya ketegasan pihak terkait untuk meminta pemilik penumpukan karet tersebut untuk membuat saluran pembuangan limbah yang menjamin kondisi jalan tetap baik.  Letaknya yang persis dibagian muara jalan membuat kesan tidak baik dan cukup mengganggu kenyamanan pengunjung.

4.

Belum tersedia area parkir yang cukup, bila akses menggunakan motor, akan sulit menempatkan motor secara aman dan nyaman di lokasi.

  • Diperlukan langkah untuk membebaskan tanah disekitar lokasi atau melakukan kerja sama dengan pemilik tanah sekitar lokasi untuk dibangun fasilitas penunjang seperti shelter, MCK/ruang ganti, area parkir dan kantin/cafetaria.

5.

Belum tersedia area publik, tempat berkumpul, cafetaria, jalur akses langsung ke air terjun (sementara menggunakan jalan setapak dengan kondisi memprihatinkan)

  • Diperlukan langkah untuk membebaskan tanah disekitar lokasi atau melakukan kerja sama dengan pemilik tanah sekitar lokasi untuk dibangun fasilitas penunjang seperti shelter, MCK/ruang ganti, area parkir dan kantin/cafetaria.

6.

Lokasi obyek terjal, dipenuhi batu besar berlumut, keamanan pengunjung tidak terlindungi.

  • Perlu disediakan tangga khusus yang memudahkan dan aman digunakan pengunjung untuk turun dan naik ke bagian bawah air terjun.
  • Dibuat alat bantu pegangan untuk membantu keseimbangan pengunjung saat menelusuri bebatuan.

7.

Aliran air dikotori oleh sampah, potongan dahan dan ranting pohon sehingga terkesan semeraut.

  • Diperlukan kelompok pengelola yang secara berkala melakukan pembersihan terhadap sampah dan potongan kayu yang terseret air dari bagian hulu air terjun.
  • Penyediaan sarana khusus untuk membuang sampah pengunjung dan pengawasan kepada pengunjung untuk tidak membuang sampah di bebatuan atau dialiran air riam.

Dukungan Ekspedisi

Ekspedisi yang diinisiasi oleh Jurnalis dan aktivis LSM dari positif.kalimantan ini mendapat dukungan dari dan dalam bentuk :

  1. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Tabalong berupa pinjaman alat transportasi 1 (satu) unit Hyundai Travelo.
  2. Sekretariat Daerah Kabupaten Tabalong berupa Bahan Bakar Minyak untuk sarana transportasi.
  3. Logistik ekspedisi khususnya untuk konsumsi anggota tim selama ekspedisi dari PT. Adaro Indonesia.

Responses

  1. Pak boleh ikut tour nya menjelajahi alam semesta

    • Sebenarnya boleh saja, hanya tergantung pada sumber daya yang tersedia, apakah memungkinkan untuk keikutsertaan kawan-kawan yang lain, mudah-mudahan kami bisa carikan fasilitas yang lebih baik untuk keikutsertaan banyak kawan lainnya…

  2. sip bang…bahabar mun tulakan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: