Oleh: Firman Yusi | 1 April 2010

Kanalisasi di Tanjung, Mungkinkah?

Kanalisasi, mungkin istilah baru, diberlakukan sebagai amanah UU Lalulintas yang baru.  Kanalisasi adalah pemisahan jalur antara kendaraan roda dua dengan roda empat, khususnya di kawasan-kawasan yang rawan kemacetan dan kecelakaan.   Kanalisasi dimaksudkan untuk mengurangi peluang terjadinya kecelakaan lalulintas dan kemacetan jalan-jalan padat.

Beberapa hari yang lalu saya melihat sebuah rambu di penghujung ruas jalan besar Mabu’un – Tanjung yang menyebutkan bahwa program kanalisasi akan dilakukan di ruas jalan ini, sekaligus memanfaatkan desain jalan yang memang sudah “dikanal” lebih dahulu.  Sayangnya, jika di daerah lain, Polisi Lalulintas dikerahkan untuk mensosialisasikan sekaligus mengarahkan program kanalisasi ke jalan-jalan yang diberlakukan aturan ini, di kota kita hanya dipasang satu rambu kecil yang kalau kita tak teliti betul akan luput dari perhatian kita.  Kalau melihat kenyataan ini, sepertinya Polantas sendiri ogah-ogahan menerapkannya, kalau toh dilakukan, mungkin sekedar memenuhi syarat formal bahwa upaya untuk itu telah dilakukan.

Mungkinkah dilakukan kanalisasi di ruas jalan ini? Saya percaya  bahwa kanalisasi tidak bisa dilakukan sebab desain ruas jalan Tanjung – Mabu’un ini sudah “kacau balau” sejak awal.  Dua ruas jalan terluar, sekarang fungsinya tak lebih sebagai areal alternatif parkir.  Ini bukan omong kosong, saya sudah melakukan “survey” setiap hari dan hafal betul lokasi-lokasi “jalan buntu”.  Contoh di halaman Bank BNI ’46 di Sulingan, setiap hari kerja ruas jalan terluar disana buntu karena berubah fungsi menjadi areal parkir, bahkan karena tak muat, akhirnya mobil diparkir di bagian kiri ruas jalan bagian tengah atau jalur cepat (lihat foto diatas).

Kenapa semua ini terjadi? Saya berkesimpulan bahwa faktor penyebabnya adalah ruas jalan yang dipecah menjadi 4 bagian, 2 jalur cepat dan 2 jalur lambat.  Pemecahan ini tidak disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat dimana posisi jalan lebih tinggi dari dasar bangunan.  Akibatnya, pemilik bangunan disepanjang jalan, baik perorangan, badan usaha atau lembaga pemerintah tidak bisa atau sulit memarkir kendaraannya di garasi atau halaman rumah yang tersedia, pilihan satu-satunya tinggal ruas jalur lambat yang mestinya digunakan kendaraan roda dua.  Belum lagi faktor bertumbuhannya ruko (rumah toko) yang tidak menyiapkan areal parkir khusus hingga kendaraan besar yang bongkar muat barang daganganpun sering dilakukan di jalur lambat ini.

Mestinya dengan kondisi demikian, jalan didesain hanya dua jalur hingga memberi keleluasaan meski sebagian, khususnya bagian terluar menjadi areal parkir, namun pengaruhnya tidak sebanyak jika di bagi menjadi empat jalur seperti sekarang.  Mestinya ketika merencanakan pembangunan jalan ini, kondisi semacam ini sudah harus bisa diprediksi untuk mengurangi dampak negatifnya.  Saya curiga perencanaan jalan Mabu’un – Tanjung ini tidak menggunakan ahli lalulintas, hanya menggunakan ahli konstruksi yang lebih mengutamakan estetika dibanding pemanfaatannya. (FIRMAN YUSI, SP)


Responses

  1. setuju dengan kanalisasi, karena ketika tinggal di ampah dan sering berkunjung di tanjung kemacetan sering terjadi

  2. Bro… bisakah diaudit pembangunan jalan sulingan-mabu’un?

  3. FY : Perencanaan dan pelaksanaan ambur adul. dulu ada janjian revisi tata jalan Ir PHM Noor Sulingan – Mabuun.Kecurigaan itu berdasar. Kapan itu ………PU.

    Z: Tentunya bisa diaudit, ada atau tidak ada permintaan masyarakat.

  4. setuju,,di jogja aja bisa….masa di tanjung aja ga bisa,,,klo nya di kanalisasi tu bisa mengurangi bayaha kecelakaan terhadapa roda 2 dan juga kemacetan,,kita harus memakai,,buat apa Pemda membuat jalur lambat klo ga di pakai,,,

  5. Setuju sekali, tapi ada beberapa catatan yang harus diperhatikan, yaitu khusus lajur/jalur untuk roda dua harusnya steril dari kendaraan yang parkir, terlebih lagi dari tumpukan material. Kalau kita telusuri dari Tanjung hingga Mabuun, lajur roda dua masih belum layak digunakan. Mungkin hal ini karena kurangnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat tentang kegunaan lajur tersebut. Selain itu, aparat (POLRI) lebih tegas lagi dalam mengatur lalu lintas, tidak hanya jam-jam tertentu saja….

  6. @rory : Kalau di Jogya itu kan ring road (luar ) bukan dalam kota.

    Setuju dibuat kanal khusus roda 2, dengan meperbaiki jalan dimaksud, sampai kini jalannya tidak mulus, berlubang dan malah lubang besar (sangat berbahaya), di depan Pak Amat jual Bubur kacang RT 02 Pembataan.

    Kepada instansi terkait, ya tangkap aspirasi masyarakat.

  7. pertama-tama sya sangat setuju dengan adanya kanalisasi,yg kedua stuju sekali klo saatnya daerah tanjung utk berbenah memperbaiki infrastruktur…tp sekarang yg jadi kendala adalah apakah masyarakat tanjung atau tabalong merasakan dengan adanya pembangunan infrastruktur tsb?kemudian apakah jg dengan adanya pembangunan jalan yg menurut hemat sya adalah pemborosan uang APBD bsa mengatasi lancarnya jalur lalulintas?yg ternyata pada kenyataannya hanya akan menimbulkan masalah baru..seperti contoh yg di atas,bhwa lajur lambat biasanya di pakai utk motor di jadikan lahan parkir..kemudian marka jalan yg seharusnya di taati sering di slah gunakan or melawan dr larangan marka..jd menurut sya alangkah baiknya dri proses kanalisasi semua komponen masyarakat atau warga tabalong, maupun intasi pemerintahan,kepolisian jg ikut berperan aktif dlam terbentuknya tabalong yg indah,nyaman dan tertib..ini hanaya satu dri sekian permasakahn,sebenernya bnyak sekali permasalahan yg kita hadapi di bumi serabakawa,tp apakah semua pendapat maupun aspirasi kita bisa di dgr olh pemerintahan??atau aspirasi kita hnya suatu omangan yg masuk telinga kiri lalu keluar telinga kanan pemerintahan?saya harap sich tidak..hehehe..
    tnhks ya pak..atas t4 sharing nya..klo da kata2 yg slah atau yg tidak berkenan di hati sya haturkan maaf sedalm dalamnya..

  8. Saya setuju kanalisasi pada jam – jam sibuk, tapi kurang setuju dengan separatornya, sulit untuk berpindah jalur. Satu hal lagi kondisi aspal jalur sebelah kiri (untuk roda dua) kurang mulus dan banyak penghalang/halangan jadinya kurang lancar, bikin kita-kita malas melewatinya untuk jarak yang panjang. Sejauh ini sebagai pemakai jalan mabuun-sulingan belum pernah diarahkan untuk program/wajib kanalisasi.

  9. Saya hanya berpesan pada pihak yang berwenang, tolong perhatiakn usul dan pendapat kami ini

  10. Pada prinsipnya saya juga setuju kanalisasi, tetapi tentunya harus disosialisasikan dengan baik, didaerah lain, polantas turun ke jalan mengarahkan pengguna jalan mengikuti aturan kanalisasi ini, di tempat kita cuma ada papan bertuliskan “Kendaraan Roda Dua gunakan Jalur Kiri” tak pernah disosialisasikan.
    Yang lainnya adalah soal penggunaan lajur kiri yang lebih banyak difungsikan sebagai areal parkir dan penumpukan material bangunan, jika tidak ditertibkan ini sangat menganggu kenyamanan pengguna jalan. Terus terkait juga dengan kondisi fisiknya yang memang jauh dari harapan dan cenderung berbahaya bagi pengguna jalan.
    Saya terus berusaha agar hasil diskusi di forum ini bisa didengar dan dibaca oleh pengambil kebijakan agar menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan yang tepat dan baik bagi masyarakat Tabalong.

  11. harus dipahami dan dimaklumi bahwa perencanaan di Tabalong telah banyak melibatkan para pemikir dan konsultan perencanaan, kesemuanya itu telah banyak menguras uang rakyat jadi tolong hargai apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah semua ini tidak lain adalah untuk kepentingan masyarakat Tabalong

    ITU KAHANDAK BUHANNYA KALOOOOOO….URANG KADA SAKULAH SEKALIPUN KAWA MANYIMPULKAN BAHWA PERENCANAAN YANG TELAH DILAKUKAN TIDAK TERKOORDINASI DGN CERMAT, BAIK LINTAS INSTANSI (PU, Perhubungan, Telkom, PDAM dll) APALAGI DGN MASYARAKAT YANG SELALU DIPANDANG DENGAN MATA YANG PICAK CAK CAK CAKKKKKKKKKKKKKKK

  12. Melihat dan memperhatikan tanggapan atau kritisi demi kemajuan Kab. Tabalong saya sangat setuju hal ini mudah diucapkan tapi nyatanya jauh dari realita. Kita akui semua ini ingin menuju kesempurnaan.
    Saya cuma memberi ilustrasi penciptaan Allah : ” Kenapa Allah menciptakan buah semangka batangnya kecil tetapi buahnya besar sedangkan pohon beringin batangnya besar buahnya kecil ???. memang secara logika hal ini Allah tidak adil itu adalah logika manusia, karena menurut logika manusia bila batangnya kecil pasti buahnya kecil ???, tetapi manusia tidak menggunakan nalar ketuhanan, dalam agama disebut dengan taufiq yang artinya keinginan kita sesuai dengan keinginan Allah.
    Makanya dalam istilah agama ada namanya : ‘ Taufiq dan hidayah ” istilah ini dalam ilmu Tauhid disebut dengan nama ” Mufakat “, orang tidak bisa menerima hidayah jika tidak menerima taufiq, begitu juga sebaliknya.
    Hidayah artinya yaitu mendapat petunjuk dari Allah, bukan dari Setan, Iblis ……….
    Ada satu jalan yaitu dengan musyawarah bagi ulul amri dengan melibatkan kalian-kalian yang mengkritisi permsalahan, jangan mengaku seakan-akan diri sendiri yang benar dan menyalahkan orang lain, ini adalah sifat “Aku ” yang menonjol. Amruhum syura baina hum (Bermusyawarah kamu dengan mereka).TK Wassalam. Mahadi Supian – Simpang 4 Murung Pudak.

    • Saling menyalahkan justru muncul karena ruang bagi terlibatnya banyak pihak yang ditutup. Dalam kasus pembangunan jalan ini misalnya, akses masyarakat pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal sepanjang jalan untuk terlibat aktif memberi masukan terhadap rancang bangun jalan yang akan digunakan tidak terbuka, akibatnya pengguna jalanlah orang pertama yang dirugikan dari kesalahan rancang bangun itu.

  13. Musyawarah kata yg baik untuk diucapkan, sulit dilaksanakan di Tabalong, karena Pemda berfikir sendiri, tanpa memberi ruang untuk musyawarah. Masyarakat disepanjang jl PHM oor dari Sulingan sampai Mabuun, seharusnya didengar keluhanan, saran, perasaan dll.
    Kita semua ingin Tabalong maju dan modern. Salam untuk semua.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: