Oleh: Firman Yusi | 5 Januari 2015

JUST TANJUNG

Tulisan ini diawali dari seringnya saya ditanya, ketika sedang berkegiatan di luar daerah, mengikuti seminar, workshop atau apapun namanya.  Sebagai pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja dengan jejaring, kegiatan seperti itu memang lumrah adanya.  Pertanyaan tersebut adalah, “Asal anda dari mana?” demikian bunyinya, entah hanya sekedar basa-basi atau karena memang ingin mengenal lebih jauh latar belakang saya sebagai kawan bicara.

Saya lahir di sebuah kota kecil di ujung utara Kalimantan Selatan, merupakan ibukota dari Kabupaten Tabalong, kabupaten yang resmi berdiri 1 Januari 1965 setelah memisahkan diri dari Kabupaten Hulu Sungai Utara.  Nama kota ini adalah Tanjung, entah mengapa dinamai demikian, tak banyak dokumen atau bahkan tutur yang menjelaskan asal-muasal kota ini diberi nama demikian.  Jika melongok ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita bisa menemukan beberapa kata Tanjung dengan makna yang berbeda-beda.  Tanjung diterjemahkan sebagai tanah (ujung) atau pegunungan yang menganjur ke laut (ke danau), Tanjung juga adalah nama pohon yang bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan berbau harum, biasa dipakai untuk hiasan sanggul.  Tanjung juga ternyata sebutan untuk tumbuhan sejenis paku yang tumbuh di rawa-rawa (Diplazium esculentum), Tanjung adalah bintang perak atau emas tanda pangkat (disematkan pada epolet atau leher baju). Tanjung juga ternyata adalah nama suku di Sumatera Barat.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Firman Yusi | 12 Februari 2014

Cerita dari Gelar Budaya Dayak Deah

Tari Kurung-kurung

Sumringah sukses Gelar Budaya Dayak Deah Kampung Sepuluh masih sangat membekas di kepala saya hingga hampir seminggu pelaksanaannya. Saya yakin, tak hanya saya, tapi juga banyak kawan lain, baik yang terlibat langsung atau tidak langsung pada kegiatan ini. Buktinya, bombardir hasil dokumentasi kegiatan (foto-foto) kegiatan ini terus mengalir di dunia maya. Tidak hanya di group facebook Berwisata (Bakunjang) ke Tabalong (https://www.facebook.com/groups/196877990509403/), juga di dinding-dinding/kronologi pribadi para fotografer, pada group facebook Komunitas Fotografi Budpar (KFB) – KalSel (https://www.facebook.com/groups/369006076535864/), pada portal berita Antara News Kalsel (http://kalsel.antaranews.com/foto).

Alat musik Kurung-kurung

Alat musik Kurung-kurung

Tapi tak banyak orang yang tahu tentang perjalanan menuju sukses acara ini, siapa saja yang bergerak dibelakang layar serta seperti apa ikhtiar yang dilakukan untuk mendukung suksesnya acara.   Gagasan Gelar Budaya Dayak Kampung Sepuluh muncul dari diskusi antara saya sebagai Direktur Eksekutif Perkumpulan Pusaka dengan CSR Superintenden PT Adaro Indonesia, Fajerianur Mus’adi. Mimpi besarnya adalah berusaha mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor pariwisata sebagai salah satu alternatif penggerak ekonomi selain tambang. Sebagai Superintenden Bina Program, Pa Fajeri merasa turut bertanggung jawab untuk menyiapkan masyarakat sekitar menghadapi pasca tambang.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Firman Yusi | 10 September 2011

Islamic Center Tabalong : Mercusuar Pengetahuan Islam

me2

Beberapa waktu lalu saya diundang untuk hadir dalam sebuah lokakarya. Tak tanggung-tanggung, lokakarya itu diselenggarakan pada hotel termewah di Tanjung.  Lokakarya yang membahas tentang Badan Pengelola Islamic Center (IC) yang segera akan menghias daerah ini.  Tak kurang dari 50 milyar rupiah dana disiapkan dari pundi-pundi Yayasan Adaro Bangun Negeri untuk proyek prestesius yang akan menempati areal kurang lebih 8 ha ini.

Jujur saja, sebelumnya saya termasuk orang yang sangat menentang keberadaan IC.  Bukan karena saya “kafir” seperti yang dituding sejumlah orang, akan tetapi karena saya menolak atas apa yang menjadi latar fikir didirikannya IC itu. Baca Lanjutannya…

Oleh: Firman Yusi | 8 Februari 2011

Laporan Perjalanan Ekspedisi Mambanin

DSC_0035

Nama Obyek Wisata   :  Rimam Mambanin

Lokasi                         :  Desa Marindi, Kec. Haruai

Jenis Obyek Wisata    :  Alam/Petualangan

Tim Ekspedisi             : 

Firman Yusi (positif.kalimantan), Herlina Lasmiati (LKBN Antara), Jainor S. (SKM TUNTAS), Aminuddin (SKM Suara Pembangunan), Noor Ali (SKH Mata Banua), Mardhi Yansurie (SKM Bebas News), Nurdiansyah Nunci (SKM LENTERA), Hifni (SKH Kalimantan Post), Johan Arifin (SKM Warta Banua), Riza Fahmi (positif.kalimantan)

Kondisi Umum

Riam Mambanin Baca Lanjutannya…

Oleh: Firman Yusi | 5 Februari 2011

Galeri Ekspedisi Riam Mambanin

DSC_0001

DSC_0085

 

 

 

Tim Ekspedisi Riam Mambanin. Ini dia Tim Ekspedisi Riam Mambanin, terdiri atas jurnalis beberapa media massa dan aktivis LSM (Penulis, Firman Yusi, berbaju polo warna merah).  Semangat yang diusung adalah cita-cita untuk mendokumentasi secara lebih lengkap obyek wisata alam di Kabupaten Tabalong, mempublikasinya dan mendorong agar pengelolaan obyek wisata secara lebih profesional dan menjadi aset daerah yang bermanfaat bagi rakyat.  Riam Mambanin adalah obyek pertama, selanjutnya akan disusul dengan ekspedisi ke obyek-obyek wisata alam lainnya. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori