Beberapa waktu lalu saya diundang untuk hadir dalam sebuah lokakarya. Tak tanggung-tanggung, lokakarya itu diselenggarakan pada hotel termewah di Tanjung. Lokakarya yang membahas tentang Badan Pengelola Islamic Center (IC) yang segera akan menghias daerah ini. Tak kurang dari 50 milyar rupiah dana disiapkan dari pundi-pundi Yayasan Adaro Bangun Negeri untuk proyek prestesius yang akan menempati areal kurang lebih 8 ha ini.
Jujur saja, sebelumnya saya termasuk orang yang sangat menentang keberadaan IC. Bukan karena saya “kafir” seperti yang dituding sejumlah orang, akan tetapi karena saya menolak atas apa yang menjadi latar fikir didirikannya IC itu. Baca Lanjutannya…



Komentar Terakhir